Sabtu, 28 Agustus 2010

Success

Mungkin sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah salah satu bangsa yang memiliki kemampuan teknologi dan ekonomi maju tidak hanya di Asia tapi juga di dunia. Sebagai mana kita ketahui ekonomi Jepang sempat terperosok ketika akhir perang dunia ke-dua. Bahkan banyak ekonom memperkirakan bahwa setelah kekalahan perang, Jepang akan sangat sulit bangkit dari kehancuran, namun kenyataan berkata lain.

Salah satu faktor dari kemajuan ekonomi Jepang adalah dengan adanya sumber daya manusia dengan kualitas dan produktivitas yang diatas rata-rata kan! Pernah ada seorang Guru bercerita bahwa pola hidup dengan sering memakan konsumsi ikan bahkan ikan mentah (seperti sushi) maka membuat orang-orang Jepang menjadi pintar! Apakah itu benar? Yah memang ada benarnya sih, karena ikan kan kaya kandungannya akan asam linoleat dan omega-3-nya.

Selain dari asupan makanan, jangan salah ternyata motivasi kerja yang konsisten dan terarah membuat orang Jepang sukses dalam membangun ekonomi negaranya. Berikut ini adalah 5 rahasia motivasi orang jepang kenapa dapat sukses dalam pekerjaan dan meniti karir secara umum:
Pertama adalah motivasi yang klasik, yaitu kerja keras. Memang pasti kita semua tahu benar bahwa kerja keras adalah salah satu kunci utama agar berhasil dan sukses baik dalam menyelesaikan pekerjaan dalam dunia bisnis dan kerja, atau meniti karir secara keseluruhan. Malah terkadang banyak orang yang mengatakan bahwa sikap untuk selalu bekerja keras adalah hal yang mutlak yang harus dilakukan untuk meraih cita-cita kita. Kerja keras juga sering disamakan dengan usaha keras, sehingga dapat juga dikatakan bahwa kita dapat mengukur seberapa besar kesuksesan yang akan kita peroleh dengan mengukur seberapa besar usaha kerja keras kita untuk meraihnya.
Ke-dua adalah motivasi untuk pantang mudah menyerah. Jadi ingat pepatah lama kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda he4x. Sikap pantang menyerah dari orang Jepang dapat kita telusuri ketika mereka terpuruk akibat kalah perang pada perang dunia ke-2. Dan beberapa tahun setelah itu mereka dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia hingga sekarang.
Motivasi untuk senan-tiasa menjaga harga diri dan tau malu. Mungkin hal ini adalah salah satu sifat yang sangat bertolak belakang dengan pejabat-pejabat di negeri kita ini. Tidak usah jauh-jauh melihat contohnya, coba tebak kenapa sepak bola kita makin mundur, hmm…. Sudah tahu kan PSSI di pimpin ama mantan nap_ he4x, tapi hingga sekarang masih senyam-senyum tuh mimpin PSSI. Tentu kita tahu kan tradisi hara-kiri Jepang (bunuh diri karena merasa malu). Jadi jangan heran hingga sekarang angka bunuh diri di Jepang masih amat tinggi. Intinya orang-orang Jepang masih menjujung malu jika merasa bersalah dan merugikan orang lain dan berjanji untuk tidak melakukan kesalahan hal yang sama di kemudian hari. Tapi gak tau dech kalau Miyabi (bintang porno Jepang legal) mungkin sudah menjadi profesi yang sudah diakui atau dilegalkan disana kali-ya wakaka…
Motivasi untuk selalu memiliki kebiasaan rajin membaca. Pernah saya melihat film pada jaman Edo (nama kota Tokyo pada zaman kuno-nya), dimana yang membuat heran terlihat sudah ada perpustakaan di film itu. Jangan salah loh film itu bukan film sembarangan, tapi salah satu film yang pernah mendapatkan OSCAR pada tahun 60-an, jadi tidak perlu diragukan lagi logika film itu masuk akal atau tidaknya he4x. Jangan heran pula jika kita pergi ke Jepang dan berpergian dengan subway transportation maka kita akan melihat beberapa orang yang sedang asik membaca.
Selalu berusaha mempertahankan heritage atau tradisi. Sebagaimana kita ketahui bahwa orang Jepang memiliki teknologi maju di dunia, tapi salutnya tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan nenek moyang mereka hingga sekarang dengan baik. Sebenarnya Indonesia memiliki kebudayaan yang mungkin jauh lebih kaya di banding Jepang, tapi sayang karena tidak mau menjaga dan tledor membuat kebudayaan tersebut menjadi bias sekarang ini.

do you need souvenir???

open my company -->

www.glass-art.indonetwork.co.id

Jumat, 02 Juli 2010

Pohon Apel & Anak Manusia

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu . Waktu terus berlalu.

Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap hari nya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih . "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu."Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang.... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal . Maukah kau menolongku?" Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah.Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi denganku," kata pohon apel. "Aku sedih ," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang.. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"" Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ."Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu."Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat ," kata pohon apel. "Sekarang , aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata."Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki."Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya. Pohon apel itu adalah orang tua kita .Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita. Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

disadur dari Chiken Soup From The Soul